Batik Pekalongan

Batik Pekalongan – Kota Pekalongan adalah kota yang ada di daerah utara pulau jawa yang berada di provinsi Jawa Tengah.

Kota ini berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten yakni  Kabupaten Batang di sisi timur, kemudian di sisi selatan dan sisi barat dengan Kabupaten Pemalang, serta Laut Jawa di sisi utara.

Batik Pekalongan
Batik Pekalongan

Kota pekalongan mempunyai sebuah julukan yang lumayan nyentrik yakni kota batik Pekalongan, sehingga hal ini membuat kota tersebut bahkan menjadi masuk kedalam kategori jaringan kota yang kreatif dari UNESCO.

Masuk dalam kategori crafts & folk art di akhir tahun 2014 dan memiki city branding yakni World’s city of Batik.

Sejarah Motif Batik Pekalongan

Batik Pekalongan yakni telah sesuai dengan namanya, adalah salah satu dari jenis – jenis batik yang di produksi oleh para masyarakat di Pekalongan.

Para seniman batik Pekalongan yakni mayoritasnya tinggal di daerah – daerah pesisir utara di pulau Jawa.

Batik Pekalongan
Batik Pekalongan

Hal ini yang membuat batik pekalongan juga dapat disebut juga dengan nama batik pesisir.

Sejarah tentang batik Pekalongan mencatat bahwa terdapat beberapa faktor pengaruh kebudayaan – kebudayaan yang ada dari masyarakat yang berada di sekitar.

Kehidupannya yang selalu berubah-ubah dan juga hanya saling meniru pada awalnya hingga hal ini menimbulkan kreativitas dari para seniman batik pekalongan untuk selalu memproduksi motif batik pekalongan yang baru.

Baju Batik Pekalongan

Batik sudah menjadi industri kain yang sangat khas, hal ini disebabkan karena ditopang oleh ratusan pengusaha – pengusaha kecil.

Tidak cukup hanya pada segelintir para pengusaha yang memiliki modal – modal yang besar.

Sudah dari berpuluh – puluh tahun yang telah lampau sampai sekarang, sebagian besar dari proses produksi batik Pekalongan biasa di kerjakan di rumah-rumah penduduk.

Baju Batik Pekalongan
Baju Batik Pekalongan

Dampaknya, batik Pekalongan ini sudah menyatu dengan sangat erat di dalam kehidupan kalangan masyarakat di Pekalongan yang pada saat ini telah terbagi di dua wilayah administratif, yaitu Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Untuk di kabupaten pekalongan terdapat batik pekajangan dengan menggunakan simbol koperasi dari batiknya.

Pasang surut yang terjadi dalam perkembangan pada batik di Pekalongan.

Hal ini memperlihatkan bahwa kota Pekalongan layak untuk menjadi ikon dalam perkembangan batik di semua Nusantara.

Ikon bagi sebuah karya seni yang tidak pernah padam menyerah dengan beberapa perkembangan zaman yang semakin maju juga selalu dinamis.

Sekarang batik telap menjadi denyut nadi dalam kehidupan setiap hari-harinya warga Pekalongan dan juga merupakan salah satu dari produk yang diunggulkan.

Hal tersebut karena banyaknya industri yang sudah menghasilkan beberapa produk batik.

Sebab terkenal dengan industri produk batiknya, kota Pekalongan pun mendapat julukan Kota Batik.

Julukan itupun datang dari beberapa tradisi yang sudah cukup lama telah mengakar di Pekalongan.

Selama periode yang sangat panjang itulah, ragam kegunaan, aneka sifat, jenis rancangan, dan mutu dari batik Pekalongan terus berkembang.

Hal ini juga ditentukan oleh iklim dan keberadaan faktor sejarah, serat-serat setempat, perdagangan serta kesiapan dari para masyarakatnya dalam menerima paham juga pemikiran baru (khususnya berkaitan dengan batik dan turunannya).

Hingga kini, batik masuk dalam karya seni budaya nusantara yang sangat di kagumi oleh dunia.

Diantaranya, ragam motif batik tradisional yang sudah dihasilkan dengan menggunakan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang dapat hadir dengan seindah juga sehalus batik di Pekalongan.

Motif Batik Pekalongan

Dibawah ini merupakan beberapa ciri – ciri motif batik Pekalongan yang diantaranya,

Motif batik Pekalongan klasik yakni motif semen.

Motif semen ini hampir sama dengan motif klasik semen yang berasal dari daerah Jawa Tengah yang lainnya, seperti Yogyakarta dan Solo.

Batik Pekalongan Motif Semen
Batik Pekalongan Motif Semen

Pada motif semen ini juga terdapat beberapa ornamen yang berbentuk tumbuhan dan juga garuda/ sawat.

Perbedaan yang berada diantara batik Pekalongan dengan batik Solo atau Yogyakarta merupakan ada pada batik Pekalongan klasik yang hampir tak ada cecek.

Semua motif pada batik Pekalongan klasik yakni berupa garis-garis.

Motif Jlamprang

Yakni merupakan suatu motif yang semacam dengan nitik yang juga tergolong motif dari batik geometris.

Ada beberapa pendapat yang sudah menyebutkan bahwa motif batik ini adalah suatu motif yang telah di kembangkan oleh para seniman batik dari keturunan Arab.

Batik Pekalongan Motif Jlamprang
Batik Pekalongan Motif Jlamprang

Hal ini sebab pada umumnya orang – orang Arab yang beragama Islam tidak mau untuk menggunakan ornamen – ornamen yang berbentuk sebuah benda hidup, contohnya burung atau binatang.

Mereka juga lebih suka dari ragam hias yang juga berbentuk geometris.

Akan tetapi Dr. Kusnin Asa mempunyai pendapat yang berbeda dimana motif dari batik Jlamprang adalah motif batik yang telah muncul disebablan dari pengaruh kebudayaan Hindu Syiwa.

Warna soga 

Kain batik ini merupakan berasal dari tumbuh – tumbuhan.

Batik Pekalongan Motif Soga
Batik Pekalongan Motif Soga

Corak Batik Pekalongan

Corak Motif Cina

Beberapa dari corak kain lain yang diproduksi di kota Pekalongan memiliki corak motif Cina.

Hal ini dapat ditunjukkan dengan terdapatnya ornamen Liong yang berupa naga besar yang memiliki kaki dan juga burung Phoenix pada corak motif batik Pekalongan.

Burung Phoenix adalah sejenis burung yang sayapnya dan juga bulu kepalanya berjumbai.

Juga bulu ekor yang berjumbai dan bergelombang.

Corak Motif Turunan

Kain batik dari pekalongan yang telah dikembangkan oleh para pengusaha batik halus yang merupakan keturunan China.

kebanyakan mempunyai corak dan motif yang berupa bentuk-bentuk realistis dan juga banyak memakai cecek-cecek, dan cecek sawut yaitu titik dan garis.

Corak Motif Cerah

Penduduk di daerah pantai sangat menyukai warna-warna yang juga cerah seperti warna kuning, hijau, merah, biru, violet, dan juga orange.

Desain batik pekalongan

Corak dan motif dari batik pekalongan cukup berbeda dengan corak dan motif  batik daerah yang lain, tekstur dari warna batik pekalongan juga berbeda dengan batik dari kota Solo meskipun sama – sama baik.

Akan tetapi banyak orang juga yang memilih dan di sesuaikan dengan waktu juga yang akan memakainya dan di sesuaikan dengan situasi – situasi yang tepat.

Serta dapat melihat acara yang juga akan di selenggarakan oleh para orang – orang yang mengundang kita.

Baik batik tulis ataupun batik cap semuanya juga punya kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Batik asli dari Pekalongan juga terkenal dengan sebutan batik pesisir yang kaya akan warna.

Sehingga batik pesisirpun juga terkenal dengan ragam – ragam hiasnya yang sangat bersifat naturalis.

Motif dari Batik Pekalongan pun sangat bagus, dan menarik.

Beberapa diantara corak dari motif – motifnya memiliki kesamaan yang lumayan mirip dengan motif – motif batik yang dari solo maupun yogyakarta.

Di dalam kain batik pekalongan kita juga akan sering menemukan dimana terdapat motifnya yang dimodifikasi dengan menggunakan variasi warna – warna yang juga atraktif.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu pemikiran di “Batik Pekalongan”