Batik Dayak

Batik Dayak

Batik Dayak
Batik Dayak

Batik Dayak – Batik merupakan warisan budaya yang harus di lestarikan. Berbagai daerah kini berlomba untuk melestarikannya. Setiap daerah pasti memiliki batik khas yang memperkaya koleksi batik nusantara. Batik Dayak misalnya, ini memiliki ciri yang khas berbeda dengan yang lainnya.

Batik ini melambangkan berbagai macam aktivitas yang sering berkaitan dengan sungai. Batik khas Dayak ini banyak dijadikan buah tangan oleh para wisatawan yang banyak berkunjung ke Suku Dayak. Batik Dayak ini memiliki motif khas yang tidak terdapat pada jenis batik lainnya yang ada di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan zaman, Batik khas suku Dayak juga mengikuti perkembangan zaman modern. Hal ini terlihat dari pemilihan motif dan warna kain batik yang makin bervariasi dan modern. Perubahan motif dan warna ini pasti menjadi salah satu cara untuk mengikuti perkembangan zaman atau tren terbaru.

Dimana hal ini menjadi kunci utama untuk menjadikan batik Dayak tetap bertahan sampai saat ini. Apalagi seiring dengan masuknya era digital maka eksistensi batik pun semakin kian di akui di kalangan masyarakat Indonesia bahkan sampai kalangan Mancanegara.

Hal ini membuktikan meskipun masih sangat tradisional, tetapi dengan melakukan adaptasi terhadap tren masa kini, maka tradisi tersebut akan tetap masih hidup bahkan di era yang serba modern seperti ini.

Batik Motif Dayak

Motif Dayak pada dasarnya merupakan kombinasi antara suatu pola dasar yang mempunyai makna masing-masing, kemudian di kreasikan dalam berbagai berbagai perpaduan beberapa motif dasar sehingga menjadi satu kesatuan dengan rangkaian makna yang berarti.

Sebenarnya motif dayak memiliki ciri khas hampir sama di seluruh wilayah Kalimantan. Baik itu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah. Ada 3 motif Dayak yang dianggap keramat :

  1. Motif Burung Enggang, adalah motif yang sering digunakan dalam kegiatan seni suku Dayak, Motif ini juga merupakan ciri-ciri dari pembela kesenian lainnya yang ada di Indonesia. Motif Burung Enggang bisa juga kombinasikan dengan motif naga dan sulur atau akar akaran. Burung Enggang dan naga merupakan simbol penguasa alam.

Mahatala atau Pohotara merupakan penguasa alam yang disimbolkan sebagai Burung Enggang Gading. Menurut kepercayaan suku Dayak Mahatala atau Pohotara ini merupakan jelmaan dari panglima Burung yang datang saat peperangan. Oleh sebab itu simbol ini juga simbol yang paling dominan dalam ukiran dan motif Batik Dayak.

  1. Motif Naga, digunakan dalam gambaran seni suku Dayak. Menurut masyarakat adat suku dayak, naga yang dikenal dengan sebutan Jata atau Juata dianggap sebagai simbol penguasa alam bawah.
  2. Motif Anjing, motif ini biasanya d iukirkan pada lukisan tentang pengenalan kehidupan masyarakat suku Dayak. Dalam cerita rakyat suku dayak. Anjing adalah binatang jelmaan Dewa yang diusir dari kayangan dan diturunkan ke bumi untuk menjaga manusia. Motif ini bisa dilihat pada motif pohon kehidupan suku Dayak, Pada dasarnya suku Dayak membuat motif anjing sebagai rasa syukur atau trimakasih kepada hewan peliharaan mereka yang selalu menjaga dan menemani mereka pada saat berburu dan selalu setia kepada pemiliknya.

Batik Dayak Kalimantan Barat

Hikayat Batik Kalimantan Barat, sebenarnya alih-alih sejarah, asal muasal batik Kalimantan Barat lebih mirip hikayat. Sebagian besar orang percaya kalau batik Kalimantan pertama kali dibuat pada saat Patih Lambung Maskurat melakukan pertapan. Lambung Maskurat melakukan pertapaan di atas rakit balarut banyu selama 40 hari 40 malam. Pada akhir masa tapa rakit tadi sampai di Rantau Kota Bergantung. Dihadapan Lambung Maskurat dihadapan muncul buih yang dibarengi suara wanita yang dipercaya sebagai Putri Junjung Buih.

Ciri khas Batik Kalimantan Barat, Batik di Kalimantan Barat sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa etnis dan suku, termasuk Melayu. Corak dari Melayu terkesan yang cukup meriah dengan bentuk yang beragam. Selain itu, kita juga akan sering menemukan pola bunga hingga arwana. Untuk meramaikan motifnya, sebagian besar batik khas melayu memakai warna-warna yang lebih cerah. Lantas setidaknya ada 56 motif batik Kalimantan Barat dan dibawah ini ada beberapa pola yang populer dipakai.

Batik Dayak Kaltim

Batik Dayak Kalimantan Timur dibuat dengan cara teknik penjahitan dan ikatan yang ditentukan oleh beberapa faktor. Selain faktor komposisi, warna dan efek yang timbul, ada juga dari jenis benang atau jenis bahan pengikat yang digunakan. Dengan mengkombinasikan motif dan corak asli batik dayak dengan yang lainnya. Maka batik akan menarik dan kelihatan modern.

Motif ini dimodifikasi oleh pengrajin berpengalaman, sehingga dapat menciptakan batik dengan motif yang sangat indah dan modern. Namun tetap tidak meninggalkan ciri khasnya. Seperti Batik Kalimantan Timur yang mempunyai warna-warna yang lebih unik dan berani, sehingga sangat indah dipandang. Perpaduan warna seperti hijau, pink, orange dan merah menjadi salah satu ciri khas batik Kalimantan Timur.

Batik Kalimantan Timur terbuat dari beberapa macam bahan. Ada yang dari sutra, semi sutra, serat sutra, serat nanas, katun, dan doby, atau yang biasa dikenal dengan ulap doyo. Bahan sutra menjadi bahan unggulan karna banyak dipilih menjadi bahan kain batik yang diminati masyarakat dan wisatawan yang datang.

Batik Dayak dan Penjelasannya

Batik Dayak ini mempunyai ciri warna yang cerah menjadi salah satu daya tarik dan membuat motif baju batik ini dari masyarakat Dayak ini menjadi sangat berani dan membuat orang yang memakai baju batik Dayak ini tampak mencolok dan terlihat menarik di dalam kumpulan masyarakat luas.

Sejarah Batik Dayak

Suku Dayak adalah bangsa Proto Malayan sebagai penduduk asli Pulau Kalimatan yang tersebar diseluruh pulau Kalimantan ( Brunei, Malaysia dan Indonesia ), selain itu Suku Dayak juga terdapat dipulau-pulau pesisir sebelah utara Pulau Kalimantan, hingga ke pulauan Sulu Filipina. Masyarakat Dayak pada umumnya lebih memilih untuk menetap ditepian sungai-sungai dan Danau.

Suku Dayak merupakan salah satu suku paling terkenal di Indonesia yang bertempat tinggal di Kalimantan. Selain itu budaya dari suku tersebut juga mempengaruhi corak dalam batik khas Kalimantan Barat. Namun, kita harus ijin terlebih dahulu pada kepala adat atau suku setempat. Setidaknya ada 3 hal yang mempengaruhi corak Dayak yaitu alam, religius, dan hal-hal yang hanya bisa ditemukan pada suku itu.

Sebenarnya asal muasal dari batik Kalimantan lebih mirip cerita hikayat. Sebagian orang besar percaya kalau batik Kalimantan kali pertama dibuat saat Patih Lambung Maskurat melakukan pertapaan. Lambung Maskurat melakuknan tapa diatas sebuah rakit Balarut banyu selama 40 hari 40 malam.

Pada akhir masa tapa dihadapan Lambung Maskurat lantas muncul buih yang dibarengi suara wanita yang dipercaya sebagai Putri Junjung Buih.Namun, Putri pemilik suara tersebut mau muncul lalu Lambung Maskurat memenuhi beberapa syarat. Diantaranya membuat Istana Bantung dengan kain yang harus Lambung Maskurat selesai buat dalam waktu satu hari saja.

Lantas kain tersebut juga bukan sembarang kain, karena proses penenuna dan warnannya dilakukan oleh 40 orang putri. Pola wadi atau padiwaringin pun dipilih untuk kain tadi. Hikayat ini lantas jadi sejarah Batik Kalimanan yang dikenal dengan kail Calapan atau sasirangan. Pada akhirnya kain tersebut menjadi kain batik calapan atau kain batik sasirangan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *